Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

AKU, KAMU DAN KERETA API BOUGENVILLE (partIII)

Beberapa bulan kemudian

“  Cepat Cakra …….ambil buahnya..!”
“ Ia …ia…..!”  seru cakra dengan  perlahan-lahan mengambil  setangkai buah menteng dengan sebuah tongkat panjang.Di ujung tongkat itu ada lingkaran yang terbungkus dengan  jarring kecil.
“ ini….!” Seru Cakra ketika menyerahkan buah itu kepada ranti
Ranti segera menyimpan buah itu dalam kantong bajunya
“ kita mkan di rumah kamu aja yah Cakra,heheehe!”  sambut Ranti sambil memamerkan giginya yang ompong .
“ iya,Ran!” katanya sambil tersenyum.
“ yuk cak,kita plang..”
“ yuk..!”


Gadis kecil itu segera berjongkok dan Cakrapun naik keatas punggung  Ranti. Gadis itu lalu memejamkan kedua matanya dan mengambil nafas seakan-akan sedang mengumpulkan kekuatan dalam dirinya.Kekuatan untuk mengangkat beban Cakra di punggungya.

“hop…..!”

Rantipun sudah berdiri dengan cakra berada di punggungnya.Lagi,mereka berjalan di temani jingga senja dengan bayang rembulan di ujung langit.Tapi kali ini hanya sepasang  kaki yang berjalan menjemput malam, Hanya sepasang kaki berdebu yang berjalan di atas kerikil-kerikil kecil rel kereta  Bougenville.selamat datang malam.

Jalur kereta api rute ini tetap  menjadi favorit mereka, aku,dan kamu  serta ular besi raksasa itu, tempat itu, di bawah pohon menteng  akan tetap menjadi tempat aku, kamu dan kereta api itu bertemu. Di atas rel kereta api itu,kamu, aku dan kereta api itu menjadi saksi  akan keteguhan hatiku untuk menjadikan kakiku sebagai kaki Cakra,yang akan menemani dia sampai kapanpun.yang akan mengantarkan tubuh Cakra kemanapun ia mau.

Dan, aku, kamu dan kereta api itu tidak akan  pernah mau kehilangan pemandangan alam yang indah dan hawa yang sejuk ini .di mana Jalur kereta api meliuk-liuk  di antara perbukitan.panorama  indah  dengan deretan pepohonan,hamparan sawah yang berundak dan sungai yang  akan memanjakan mata penumpang kereta.

Dan aku,kamu dan kereta api tetap akan menjadi kenangan hingga anak kita besar kelak.

-Zhulfa Langit

Read more »»  

AKU,KAMU DAN KERETA API BOUGENVILLE (part II)

Kembali,wajah matahari mulai memudar,di bayangi langit senja di  kaki langit di jalur rel kereta Bougenville.

“ Cepat cakra…..!!!” teriak Ranti,saat siulan  kereta itu   sudah  mulai dekat
“ ia tunggu,batang mentengnya tersangkut Ran dir elnya….!” Jawabnya dalam kepanikan




Suara  gemuruh itu semakin keras mengisi rongga telinga,suara  gadis kecil itu  mulai tenggelam dalam deru mesin itu.

“udah biarin aja Cakra,nti kita cari lagi”  Ranti kecil  sekuat tenaga menariknya dari tengah rel
“ia Ran tunggu….!” Cakra bersikeras untuk mendapatkan kembali buah menteng yang melekat kuat pada batang yang tersangkut dir el kereta itu,goncangan itu semakin dekat,menimbulkan hentakan-hentakan kasar pada tanah di sekitarnya.Panas  dari mesin itu akhirnya mulai terasa.badan kecil ranti mulai bergoyang-goyang menari  tak  beraturan.

“ Cakra……….!” Pekik Ranti panik “ udah ,tinggalin buahnya….!”aku berteriak,sampai-sampai kerongkongannya kering  di penuhi debu
“ Ia,tolong……….!” pekik Cakra seraya memandang  ke arah Ranti yang sedang ketakutan,tapi selanjutnya suara Cakra hilang  tertelan bunyi mesin ular besi  itu.
Wuzz………
Ranti  mundur beberapa senti
Untuk kali ini mata besarnya di pejamkan,tak mampu menyaksikan pemandangan yang ada  di hadapannya,tapi  yang pasti  Rantime rasakan kakinya basah  dan lengket,entah oleh apa.
Gemuruh dan guncangan itu mulai berkurang lalu perlahan-lahan hilang bersama raibnya ekor raksasa itu.
Ranti belum berani membuka matanya,telinganya  hanya  berusaha mencari-cari suara Cakra.Ranti  tidak berani membayangkan  hal yang buruk yang menimpa sahabatnya itu.
Lama tak ada suara,hanya gemerisik dedaunan dari pohon-pohon yang tumbuh di sisi jalur kereta itu.Hatinya  berusaha mencari tahu kondisi  cakra dari bisikan angin yang sedang asik bergunjing di sekitarku.

“ Cak….cakra…..!”setengah berbisik Ranti memanggil nama Cakra

Hening,masih sang angin yang mengambil alih situasi ini.
Lalu tiba-tiba,sebuah suara lemah dengan rintihan kesakitan terdengar di antara gunjingan angin itu

“ Ran…..ranti…! “ suara seorang anak laki-laki  bergetar dalam kesakitan

Ranti mencari sumber suara di tengah kegamangan hatinya,tp ia tetap membatu di tempat ,mencoba menahan isakan saat membayangkan apa yang akan ia lihat.

“ Cakra…?” pekik Ranti dalam kesenangan tapi juga ketakutan,dan dengan perlahan-lahan mulai membuka matanya. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya,menghalanginya untuk melihat dengan jelas,dan akhirnya gambaran itu makin jelas.

Pemandangan di hadapannya  tiba-tiba  mendadak  membuat kepala Ranti  terasa berputar,membuat seluruh darah dalam tubuhnya mengalir ke  kedua matanya,Merah dan  Rantipun kehilangan kesadaran.

Bersambung..............


to part I
to part III
Read more »»  

AKU,KAMU DAN KERETA API BOUGENVILLE (part I)

Awas……!” teriak seorang gadis kecil, ketika secara tiba-tiba tanah berguncang  hebat,badan kecilnyapun  ikut menari mengikuti goncangan itu,gemuruh sebuah benda besar beradu dengan besi-besi yang terbaring pasrah di jalan panjang itu memecah  bisikan angin.suaranya begitu nyaring,tanpa pikir panjang segera ia lemparkan  badannya ke belakang, menjauhi benda mirip ular besi raksasa itu.


Sebuah tamparan angin  kencang segera melesat menghantam apa saja yang menghalanginya tak terkecuali  badan kecilnya,roknya yang slutut dari bahan katun terangkat secara paksa.

Wuzz………………,Beberapa detik benda panjang itu merayap kencang di hadapannya.yah,hanya sekitar beberapa senti.orang-orang yang tidak  terbiasa dengan pemandangan ini akan berteriak histeris dan panik hingga buru-buru menutup matanya.atau segera mengabadikan peristiwa itu lalu di posting di media internet dengan tagline “ saksi: lagi seorang anak tewas tergilas kereta”.Tapi ,tentu saja tidak bagi gadis kecil dan temannya itu, cakra.Inilah taman bermain mereka,syurga kecil mereka.

“ ups….!” Pekiknya,tiba-tiba teringat dengan temannya yang terlempar ke a rah sebaliknya.
“ Cakraaaaaaa!” gadis itu berteriak,tapi sia-sia ,mesin ular itu menelan suaranya mentah-mentah.Gadis itu hanya menatap kereta itu hampa.

Panjang dan lama,itulah kereta  jalur Cikampek-Purwakarta-Bandung.  Ular panjang itu di beri nama Kereta  bougenville yang memang terkenal sebagai kereta yang terpanjang di Negara kami.kata nenekku kereta ini peninggalan jaman hindia-belanda dulu oleh perusahaan kereta api staats spoorwegen (SS),Kereta itu terbagi atas beberapa compartment,ada yang untuk kalangan eksekutif,dengan fasilitas yang serba mewah,yang tentu saja harus di bayar dengan harga yang cukup mahal  juga,setidaknya harga yang mahal itu  terbayar dengan fasilitasnya,impas. Lalu ada kelas ekonomi,nah ini khusus  orang-orang dengan kantong yang tebalnya tidak sampai 5 cm,isi uang tapi yah,bukan dengan daftar utang atau kasbon di warung tegal.Kondisi kompartmennya  pun sama dengantampang-tampang wajah penumpangnya,panas dan agak kusam di beberapa sisi.

“ Ranti….!”
“ apa…..??” akhirnya samar-samar terdengar suara memanggil gadis kecil itu, seiring ekor ular besi itu melewati mereka.

Setelah itupun mereka dapat saling melihat,terpisah oleh  jejak kaki besi ular besar itu.Tanpa berkata  merekapun  tertawa terkikik.T ak ada ketakutan ketika maut mendekati mereka,karena bagi mereka ini hanya permainan,permainan yang sangat mengasikkan.

“Mana?” Tanya cakra saat mereka berkumpul lagi di  tengah  rel kereta api itu
“ Apa?” Tanya Ranti dengan mata di besarkan
“ yaaahhh….Ranti,pasti di ilangin buah mentengnya!” wajah cakra berubah jadi asam tapi Nampak manis dan  lucu karna alis tebalnya itu tiba-tiba mengkerut
“Astaga!” tanpa berkata segera  Ranti larikan pandangannya  kea rah rel di bawah kakinya yang berdebu karena teringat sesuatu.lalu terpekik sedih
“ yah Cakra,mentengnya udah di makan ular besi itu!” ratapnya sambil  menatap buah yang sudah tidak berbentuk lagi di sudut barisan besi panas itu
“heheheeh,gak apa-apa Ran,besok kita kesini lagi  yah”  ajaknya dengan senyum
Beberapa saat,
“ ia deh….!”  Ranti kecilpun  mengangguk  dengan bibir di monyongkan beberapa senti.

Merekapun  bergandengan tangan menyusuri rel-rel itu, dua pasang  kaki itu berlari-lari kecil di atas kerikil-kerikil kecil di antara rel itu.Kaki-kaki kecil mereka  melangkah dan beranjak pulang menuju rumah  kediaman merekan  masing-masing, di antar oleh jingga senja yang mulai menyapa bumi dengan bayang-bayang sang  rembulan.

Bersambung............

to part II
to part III
Read more »»  

Senin, 09 Juli 2012

LILIN YANG TERBAKAR


        Sesuatu yang paling kunikmati saat listrik padam adalah sewaktu bunda membakar lilin di ruang tengah. Saat sumbu lilin mulai terbakar dengan api kecil yang bergoyang – goyang lucu, bunda memanggil kami kelima anaknya untuk berkumpul memutari sebatang lilin yang dibakar bunda tadi. Setelah kelima anaknya berkumpul, bunda mengambil tempat diantara kami dan mulai bercerita. Cerita-cerita bunda sarat akan makna kehidupan, bisa jadi kami dibesarkan bunda dengan dongeng-dongengnya. Tetapi aku dan kakak-kakakku selalu kagum pada cerita-cerita bunda.
Read more »»  

Sabtu, 09 Juli 2011

GUE GA' PERFEKSIONIS


Jatuh cinta hanya membuatku asing dengan duniaku sendiri,dunia yang hanya ada aku di dalamnya
Jatuh cinta,aku menjadi orang yang tak ku kenal sebelumnya


Kadang aku berfikir,atau bahkan bertanya pada si “ kumba” boneka monyet kesayanganku yang mirip monyet,tentang kesempurnaan.Salahkah kita mengharapkan sesuatu yang sempurna untuk hidup kita malaupun tak dapat di pungkiri bahwa nobody is perfect.Aku selalu memandang seseorang dari segala hal,entah dari fisik,attitude dan brain.Apalagi cowok,udah deh lebik ketat seleksinya.
Mungkin karena itulah sampai sekarang aku masih tetap saja menjomblo (mungkin lebih baik kali yaaaa!),bahkan ada teman yng berkomentar,
“ekh…Nai,kamu tuch masih sendiri yah?”
“So What?” jawabku jutek
“kasihan,hehehehe!” ia nyengir
Temanku yang sudah menikah muda saat ini tak henti mencibirku,
“ Aku sih cuek aja,lagian masih banyak hal lain yang lebih penting,di bandingkan ngurusin buaya-buaya darat,yah macam kamu itu”Aku jadi terpancing juga.
Menyadari kalau aku sudah tidak normal lagi,ia lalu beranjak dan mengambil bukunya di meja,iapun mendekati pintu sekret kami,berjongkok untuk memakai sepatunya yang selalu modelnya uptodate,tak berapa lama iapun selesai dan berdiri di pintu.
“Nai……!”
Aku berbalik ke suara bebek yang memanggil namaku,kulihat ia memamerkan giginya,walaupun ku akui anaknya cukup manis dengan wajah mirip ariel peter Pan tapi aku tak pernah tertarik padanya.
“ apalagi…?” Aku menatapnya curiga “ sudah…pergi sana ke cewek-cewek bodohmu!”
“ hehehe…!” ia nyegir lagi “ Aku kok jadi kepikiran yahhh…hm..!coba deh kamu bantu saya berfikir”
Wajahnya tampak menyembunyikan sesuatu yang nampanknya sangat meggelikan bagi dia nampaknya..Aku bertambah curiga di buatnya dan aku tahu apa yang akan dia katakana akan menjatuhkan harkat dan martabatku sebagai “ jomblo”
“ Hmmmm…..!Bedakan yahantara jomblo dan tidak laku hahahahahaha!”
Ia tertawa sambil berlari,ia sadar aku sudah memegang senjata nuklir ( kamus super guede),di tangan kananku dan siap di luncurkan kapan saja.
Kata-katanya itu seakan menampar telak pertahanan benteng kerajaan jomblo ku.Aku seakan ingin meledak,lalu hancur
“ sialan…!” aku bergumam dalam hati
“ ekh…..Pangeran cinta yang bodoh..!!” aku berlari dengan semangat juang jomblo
itu.nafasku tersisa sedikit untuk mengejarnya,kakiku terasa kaku,mulutku megap-megap nyari udara,segera kudukkan lelahku di kursi yang ada di depan area English, dendamku masih membara.
“ Dasar…..!!ngebetein amat tuh makhluk….grrgrgrgrg….!!!
“ ekh..nai,kamu tuh sendiri karena emang jomlo atau karena ga laku heheheehhehe”kata-kata okan masih melenggang anggun di anganku,dan suara cekikikanya itu yang membutku gila setengah matu
“Pising….pusink……!” ku geleng-gelengkan kepalaku “ aku di kutuk kali yaaah?”
“ ga laku…..ga laku…..!” kata-kata itu terngiang terus,bagaimanapun aku cewek,aku tuh ga rela di katain seperti itu.ibaratnya aku nih kayak barang yang tidak laku di pasaran..! tapi…tapi…itu salah…..masih ada cowok yang sangat mengharapkan cintaku tapi akupun menyadari aku tak seberuntung pecinta-pecinta lain yang akhirnya bisa membangun cerita cinta dengan indah.
Sifat perfecksionis inilah yang selalu membelengguku dalam kesendirian lagi pula kata temanku “berani jatuh cinta harus mampu sakit karena cinta” hal inilah yang sangat kuhindari . ok….ok… memang-memang aku pngecut yang terkesan bagai ayam bodoh dan penakut .
“ hei…! “
“ ekh… Nai…! “ aku sontak terbangun dari stupid khayalanku
“ kenapa…? Km ko’ seperti orang bodoh,duduk sendiri dengan pandangan kosong gitu “
“ okan…! “ pekikku
“ kenapa dengan dia…? “ ia lalu duduk di sampingku
“ masa aku di bilangin jomblo karena aku ga’ laku,padahal-padahal…. ” aku tertahan sebentar,emosiku kembali emmuncak kala mengingat ucapan okan
“ padahal ada ko’ yang naksir ama kamu…! “ sambung pria yang ada di sampingku itu
Hawa sejuk tiba-tiba berhembus lembut di wajahku dan menembus hatiku. Aku tak sanggup menatap pria yang ada di sampingku,apalagi jika mata kami nanti saling tatap,ikh… seperti adegan film india aja ikh… mengerikan.
“ yee…! “ aku tersenyum sekedar menghilangkan rasa gugupku.
“ beneran…! “ ia tertawa renyah seakan ingin menghiburku,dan aku menyadari kata-katanya ini hanyalah guraauan semata,hanyalah tetesan embun yang mencoba menyegarkan dan menurunkan kemarahanku.
“ udah deh…! “ aku mengalihkan pandanganku ke pohon yang ada di sampingku,buahnya yang berwarna hijau dan hitam bertengger di ujung-ujung ranting poho itu,sayangnya buah ini tidak boleh di makan,walaupun buahnya kadang menggiurkan untuk di makan karena bentuknya yang mirip anggur. ” “aku ga’ bakalan tergoda,lagian aku udah mati rasa dengan yang satu ini. “
“ kamu ga’ percaya…? “
“ hanya orang gila dan bodoh yang mau ama orang seperti aku “
“ memangnya kamu kenapa..?katanya lembut
Aku tau ia menatapku,dan aku tau kodratku sebagai seorang wanita yang akan lumpuh dan luluh hanya dengan rayuan dan tatapan dari kaum adam,sebelum rasa ini datang aku segera berdiri dan meninggalkan situasi bodoh ini,kulangkahkan kakiku satu langkah,dua langkah tanpa perlu menatap teman kelasku itu,yang kusadari memang akhir-akhir ini mulai aneh perlakuannya ama aku.
“ Nai….! “
“ Yah… “jawabku tanpa perlu berbalik ke arahnya
“ kamu ga’ bisa terus-terusan berlari “
“ Lari….? “
“ yah…! Aku ingin membantah kata-kata okan ama kamu “
“ maksud kamu apa…? “ aku tetap memberikan punggungku “ lagian kamu ga’ usah sok baik deh “
“ aku serius…! “ ia sekarang berpindah kehadapanku “ jangan tutup mata kamu dengan sikap perfeksionis kamu,yang kadang terkesan kamu sangat ambisius dan terkesan tidak peduli ama perasaan kamu “
“ Stop it…! “ aku bagai duduk di kursi pesakitan
“ ga ada superman,no body’s perfect and I know you’ve realized that…!” lanjutnya kembali
“ but….but…! “ aku kehabisan kata-kata,aku terhipnotis oleh kata-kata pria yang ada di hadapanku ,yang tidak pernah masuk tipe cowok yang ku suka walau ku akui wajahnya manis dengan tinggi badan lebih tinggi dari diriku,style yang lumayan keren dan gaul dengan sepatu andalan kets berwarna putih,tapi aku yang perfeksionis ini ga’ pernah bisa terima kulitnya yang gak terlalu putih,tapi gak hitam-hitam amat sih seperti edo kondologit itu aja,padahal dia terkenal karena cerdas dan pintar.
Sang mentari menari menyambut pagi mengirimkan kidung-kidung pemberi semangat kepada makhluk bumi.
“ Aaaaaakh….! “ perlahan kubuka kedua mataku,cahaya matahari pagi mengintip di sela-sela jendela kamarku.Hawa segar begitu terasa pagi ini.
Ku paksakan kakiku menuruni singgasanaku,mencoba membuka jalan yang lebih luas agar kidung-kidung sang mentari itu menyapaku !
“ pagi…! Selamat datang…! “ tiba-tiba sesosok gadis centil nongol .
“ selamat datang juga “ jawabku tanpa mampu menyembunyikan rasa kagetku.
“ kamu ko’ tumben kesini “ sambungku kemudian
“ emang gak boleh…?
“ bukan gitu sayang, Cuma kakak masih mau tidur “
“ eits tunggu dulu…! “ ia mencoba menahanku untuk kembali merebahkan badanku
“ apa…? “ tanyaku melotot padanya
“ mau ini gak…? “ ia memamerkan sebuah benda dengan hiasan pita biru di tengahnya aku diam saja,palingan triknya adikku yang pengen pinjam jaket terbaruku atau mau pake parfumku.
“ Lini…cepetan mandi,entar terlambat…! “ suara ibuku melengking memanggi lini,ia pun manyun,kecewa,lalu melempar kotak itu kearahku, dengan segera kubuka,dan ternyata isinya adalah sebuah buku dengan warna sampul berwarna hijau,dengan gambar superman berkacamata,dengan rambut ikal idiot,tulisan yang langsung terbaca
“GUE BUKAN SUPERMAN,JADI REMAJA SUKSES TANPA HARUS NGOTOT"
“ aku jadi ingat kata-kata bara kemarin tentang superman “
“ curiga nih buku dari dia” aku bergumam
Kubuka lembar pertama,dan nampaklah kata-kata perfeksionis dan di bawahnya tertulis “ jangan takut nggak bisa mencapai kesempurnaan,toh kamu nggak bakal mencapainya “ aku menyadari ini,gak ada yang sempurna dalam hidup.
Di halaman terakhir buku ini terdapat tulisan bertinta hitam,dan aku tau tulisan siapa ini
“ Bara…! “ aku terpekik
“ Dear Nai,ku coba menghargaimu dengan apa adanya kamu,mimpimu untuk menaklukkan takutmu tak akan ku ingkari yakinlah,selalu ada seseorang di sampingmu, support kamu ,dan satu hal aku akan menunggu hingga cinta itu hadir di antara kita “
“ Bara…! Kamu kok segitu amat sich “ aku menggeleng,tapi yang pasti terima kasih untuk segalanya,aku tak tau dengan esok,tapi kalaupun iya ada ruang kosong di hatiku,semoga itu untuk kamu.


Zhulfa langit
Read more »»  

Minggu, 29 Mei 2011

braaak..,ayah membnting pintu kamarnya,masuk dan tidak keluar untuk beberapa lama,aku tau hal yg bru keluargaku hadapi memang sangatlah memalukan.apalg buat ayahku.betapa malunya beliau di hadapan keluarga besar kami...! padahal saya sudah membayangkan duduk bersanding dgn dia,gadis pujaanku,yg sudah 7 tahun ini menjadi kekashku.tapi nyatax hubungan kami sekarang,putus dan tak mungkin di satukan lagi,cuma karena uang panai (uang yg harus diberikan kepada pihak perempuan sebgai uang belanja......) tidak cukup.pasalnya pada pembicaraan pertama keluarga sang gadis spakat dgn 45 juta,tapi ketika pembicaraan kedua,di saat semua keluargaku kesana tuk memastikan tanggal,pihak gadisnya malah menaikkannya menjadi 75 juta dan seekor kerbau,gila duit dari mana,setelah berdbat beberapa lama akhrnya keluargaku pulang dgn perasaan marah,kecewa karena telah di permalukan!
Akhirnya gagal pernikahanku...terpaksa aku harus melupakan gadis yg sangat kucintai...ini adalah masalah Siri'!!!
Read more »»  

Sabtu, 02 April 2011

Terry,Hati di pasir putih


Tery terduduk kuyu,lemas tanpa berdaya di atas sebuah batang pohon kelapa tua yang sudah beberapa lama di hantam lidah-lidah ombak pantai bira.
Terry memandang lepas,seakan-akan mencari ujung cakrawala jingga yang memang tak berujung….
Desiran hangat menyapa lembut wajahnya,menghentikan tatapannya pada bulatan jingga di seberang lautan…..
Di raihnya sebuah ranting kurus,kurang gizi,dan kelamaan bermain bersama matahari hingga warnanya berubah hitam.Di tariknya ranting itu,hingga ranting itu seakan-akan menari di permukaan pasir putih.
Terry lalu menulis tiga buah kata
“kau masih mencintainya…..”
Ia terhenti lalu,tak sadar ,ia melukis wajahnya dengan kesedihan……
Bertintakan air mata..
Terry kemudian membingkai tulisan itu dengan garis berbentuk hati”Love”
Namun…..pyurr…….!lidah-lidah putih itu berkejar-kejaran hendak bertemu dengan kekasihnya,pantai,pasir,lalu pergi kembali ke tengah laut membawa serta gundah tery,menyisakan permukaan pasir putih yang rata,brsih tanpa goresan.
Terry terisak….
Sedangkan deburan lidah-lidah itu tetap setia,bersama sekumpulan burung camar.dan beberapa ekor “kalomang” yang bersembunyi di balik batang kelapa tua.
Tiba-tiba deburan itu berubah jadi bisikan
“WAHAI JIWA-JIWA YANG LUKA,INI ADALAH WAKTU MENANGIS,MAKA MENANGISLAH SEPUASMU”
“Tidak…..!!! Terry berdiri ,melempar ranting yang ada di tangannya kelaut.Ia berteriak menantang ombak hingga seluruh pergelangan kakinya tertelan lidah-lidah ombak.Ia lalu mundur,mengambil ranting kurus lainnya,lalu mulai menulis lg di atas pasir putih,tidak hanya kata,tp juga kalimat lalu kalimat-kalimat itu menhias sepanjang garis pantai,87 meter…..
Lalu ia berhenti pada kata
“ masihkah kau mencintanya??” Ia tertunduk
Tersungging senyum di wajahnya ,ia lalu mundur sdikit menjauh di bibir pantai
Lalu tertunduk…..dan menulis lagi…..
“ ENTAH……….Sedalam apakah CINTAMU padanya,hingga luka itu begitu dalam menyakiti hatimu….
ENTAH……sekokoh apa pohon cintamu dulu untuknya ,hingga ketika dia pergi meninggalkanmu,kau begitu layu…..
ENTAH……..seberapa indahkah dia,hingga bayangnya pun sulit luput dari matamu..
Masihkah kau mencintainya???
Andai aku adalah dia.tentunya aku tak akan melukaimu sebegini sakitnya…..
KAU TAK PANTAS TUK DI SAKITI,KAU PANTAS TUK DI CINTAI
Hingga saat ini dirimu tetap berada dalam lingkaran penghianatannya,tetap bermain-main dengan bayang dia yang menyakitimu ,padahal dia di sana belum tentu sempat memikirkanmu.
BODOHNYA DIA YANG MENINGGALKANMU….DEMI CINTA YANG TAK PASTI
Aku pikir….dengan hadirku di sampingmu,luka itu akan sembuh,dan bisa bahagia kembali….karna itu inginku.
Aku pikir ….dengan cintaku,pohon cinta di hatimu bisa tumbuh lagi,berkembang,lalu akhirnya bersemi lagi,lalu aromanya akan membuatmu TERSENYUM……oh indahnya….
Masihkah kau membutuhkannya???
Tapi…..
Apakah aku gagal mendapatkan hati dan cintamu?
Q pikir dengan hadirku,akan mengembalikanmu kedunia penuh tawa ,bagai bocah polos yang begitu gembira ketika di beri lollipop
Aku pikir kau akan sembuh,sama seperti saat kau menyembuhkan lukaku
Masihkah kau mencintainya??


Jingga itupun lalu hilang berganti gelap……berubah bulat jingga menjadi putih,berganti jam kerja….
Lidah-lidah itu menggulung ke tepian semakin ganas….
Lalu tiba-tiba lidah-lidah itu melahap abis goresan itu,hilang,di telan dan di tenggelamkan ke palung samudera….
Kecuali ssebuah goresan yang masih setia melekat pada permukaan pasir putih,Tak lekang oleh gempuran ganas itu…….
Terry melukis kegembiraan di wajahnya dengan sebuah senyuman bahagia……
Ia lalu berlari ,menyongsong Lantunan merdu seorang muadzin ,Ia terhenti sejenak ,dan sekali lagi memandang goresan itu…
Ada secercah bahagia di balik senyum Terry petang itu


Tulisan itu adalah
" KU TUNGGU.........
AKAN KU TUNGGU ,KETIKA HATIMU MEMILIH HATIKU
SAAT KAU SADAR BETAPA KU MENCINTAIMU....."



Zhulfa Langit


Terry,harusnya kau memilihku


Kekasihmu tak mencintai
Dirimu sepenuh hati
Dia selalu pergi
Meninggalkan kau sendiri

Mengapa kau mempertahankan
Cinta pedih menyakitkan
Kau masih saja membutuhkan dia
Membutuhkan dia

Kau... harusnya memilih aku
Yang lebih mampu menyayangimu
Berada di sampingmu
Kau... harusnya memilih aku
Tinggalkan dia, lupakan dia
Datanglah kepadaku

Kau tak pantas tuk disakiti
Kau pantas tuk dicintai
lyricsalls.blogspot.com
Bodohnya dia yang meninggalkanmu
Demi cinta yang tak pasti

Kau... harusnya memilih aku
Yang lebih mampu menyayangimu
Berada di sampingmu
Kau... harusnya memilih aku
Tinggalkan dia, lupakan dia
Datanglah kepadaku

Kau... harusnya memilih aku
Yang lebih mampu menyayangimu
Berada di sampingmu
Kau... harusnya memilih aku
Tinggalkan dia, lupakan dia
Datanglah kepadaku

Kau... harusnya memilih aku
Yang lebih mampu menyayangimu
Berada di sampingmu
Kau... harusnya memilih aku
Tinggalkan dia, lupakan dia
Datanglah kepadaku

Read more »»  

Rabu, 30 Maret 2011

Miss kania VS power Ranger

" SSSttt......" bisiknya sambil merapikan kaki bajunya yang menjuntai keluar dari balik celana abu-abu yang ia pakai
" miss Kania datang....! pekiknya kepada 30 pasang mata yang memandang ke arahnya tanpa kedip.
Aroma kengerian telah mengepung kelas 3 IPA 1 yang letaknya di samping pohon belimbing tua keramat yang sekali setahun memaksa salah seorang dari murid meracau tanpa spasi
Ketukan sepatu Miss kania tiba-tiba melantunkan tembang kengerian,bagai sekumpulan dementor,melesat,meluncur di setiap langkah yang ia ayunkan.

mendengar alunan itu,sontak seluruh tubuh dalam kelas itu,terkunci dalam kaku.Dalam sekejab suasana yang tadinya riuh tiba-tiba hening,hanya seseklai nyanyian keroncongan dari perut tambun Fiko membahana,namun tetep tidak bisa menenggelamkan liukan seruni dementor miss kania.Badan mereka seakan-akan terpaku dengan jutaan paku beton,tertempel dengan lem asal hongkong yang daya rekatnya begitu mengangumkan.....
bersambung...
Read more »»  

Senin, 21 Maret 2011

Tak hanya Manusia

ayunan langkah menjejali seringai-seringai alam dalam kelambu hijau sang paru-paru dunia.terkadang terseok-seok langkahnya karena beberapa kali terjatuh.....
terus saja menantang udara dingin dengan kakinya yang tanpa alas,berlari....
jari-jari ranting cemara menyapa wajahnya di sertai tamparan ranting pucuk-pucuk semak.tamparan itu menhasilkan rasa panas yang aneh di sertai gatal yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
" sreeettt...!" kakinya sedikit tergelincir,menghasilkan memar di pemukaan kulitnya,tapi hal itu tidak sedikitpun menyurutkan semngatnya,lalu menghentikan usahanya menaklukkan gunung ini.kakinya yang telanjang tetap saja menapaki bumi,kangen dengan kelembutan tanah hingga enggan berhenti berlari...
ia berlari-lari meliuk-liuk di tengah hamparan puzzle achak batang-batang pohon,namun ia tak sdikitpun mnegurangi kecepatanya berlari
" aku kangen...!!"
hanya kata itu yang ada di neuron-neuron di kepalanya,tersungging senyum dalam nafasnya yang mulai putus-putus.
namun,senyum itu tetap saja mengibarkan salam perdamaian keda seluruh hamban kontrak dunia.
Akhirnya gunung itupun takluk oleh semangat membaranya,bahkan gunungpun tunduk pada cintanya.pohon-pohon memberi salam akan kekuatan cintanya.

kini tiba di bibir sungai bening,dengan bebatuan yang bertapa di sekelilingnya menanti air manyapa mereka,mendinginkan pori2 bebatuan itu.
nafasnya naik turun....ia terhenti sejenak....ia memnadang jauh ke seberang sungai....
" aku kangen...!"
seperti jerami bertemu selentik api,kata itu mebakar kembali semangatnya.
semangatnya untuk menyebrangi sungai berbatu besar denga aliran air yang cukup kencang sisa hujan semalam
" aku kangen....."
tiba-tiba saja ia berlari menembus aliran sungai
(bersambung cin.....)
Read more »»  

"GIE" Dewi Sagitta


                Terasa dingin dipunggungku setelah aku merebahkan diri di atas tumpukan genteng rumah tua ini. Bulir-bulir air sisa hujan tadi sore ternyata belum mengering seutuhnya dan dengan cepat merembes memenuhi seetiap pori baju dan celana bagian belakangku. Aku tak peduli akan seberapa dingin malam ini. Asal konstelasi itu muncul di atas sana, aku yakin kaupun akan muncul sebentar lagi setelah aku selesai mengirim nada-nada ini. Aku gubah aliran udara dari mulutku menjadi melodi yang indah melalui sebuah harmonica diatonic nada C berlabel Horner.
Read more »»  

Selasa, 01 Maret 2011

Mustahar,Diary of treason (IV)

Tergurat keresahan di wajah lelaki berusia lima puluh tahuan itu,pandangannya nanar menembus dinding bambu yang mengelilingi kediamannya....! sebuah daun nangka tiba-tiba melayang di hadapanya dan menyeret dia kembali ke dunia nyata.Daun itu tertiup angin, menerobos celah-celah jendela yang hanya terbuat dari beberapa pilah batang bambu.Entah sudah bberapa lama sosok itu mematung . istri mana yang tidak khawatir melihay kondisi sang suami yang nelangsa seperti saat ini.
" Daeng gassing.....!"
panggilnya,wanita paruh baya ini juga nampaknya merasaknan hal yang sama,nelangsa dan gundah
daeng gassing tidak merespon panggilan itu,walaupun sudah berada di dunia nyata ,nampak dia masih menikmati pengembaraanya di dalam dunia yang tak berbatas.wanita itu, Daeng Bollo hanya terpaku menatap tubuh kurus suaminya yang duduk depan jendela.bersama-sama memikirkan nasib anak dan suaminya.
Bebberapa lama di repotkan oleh khayalan mereka masing-masing,akhirnya daeng Gassing mnghela napas panjang,begitu berat udara yang mengalir di tubuhnya saat ini....
" jadi Daeng mau MEmberi Ijin tuk Faridha menikah?
Tanyanya dengan lembut
" Rela....?" responya marah
Daeng Bollo hanya terdiam mematung mencoba mencari kesalah dari pertanyaan yang baru saja meluncur dari bibirnya yag sudah menghitam,entah karena lipstik yang tidak memberikan jaminan akan SPF.Waita ini sadar reaksi yang baru saja suaminya berikan adalah reaksi ketidak sukaan akan pertanyaannya barusan
" ekh.....tidak mungkinlah!kamu tuh di kasih otak tapi ga di pake...!" katanya dengan suara serak yang ditinggikan,menahan emosi yang meluap-luap hatinya
" wakaupun semua imam/penghulu menelponku tuk minta rea,tidak mungkinlah aku memberikan surat ijin buat farida menikah,dia itu punya suami....!"
ia berhenti sebentar,mencoba mengatur nafas.Semenjak masalah ini mneyeruak ke permukaan,aktivitas minum Ballonya ( tuak/minuman keras dari beras yang di fermentasikan) makin menjadi-jadi.Dan mungkin juga bingung mengahadpi dua istri,yang kedua-duanya minta di nafkahi,padahal dia sama seklai tidak memiliki pekerjaan,selama ini ia hanya meminta receh dari anak-anakanya yang rata2 telah bekerja,walaupun yang paling lumayan pekerjaannya sebagai SPG di sebuah pusat perbelanjaan besar di Makassar,yang hanya bermodalkan Ijazah SMU.
" jadi ....Farida sekarang di mana?"
" entahlah" jawab daeng Bollo singkat
" itu anak bikin malu-malu betul.....!" Tambahnya
" orang bersuami kok mau menikah...!tuh juga laki-laki bodoh....!" ta' henti dia memaki anak perempuannya dan juga lakilaki yang akan menikahi anaknya itu.
" kalau kudapat itu anak, ku bunuh....bikin malu keluarga!" katanya geram.sayup2 merambat di jejaring angin suara gemeretak yang makin memperjelas rahang lelaki itu,lelaki yag dulunya perkasa,yang senang berkelahhi dengan siapapun ,bahkan tak jarang memukul isri dan anak-anakanya jika kalah judi.
Ia terdiam kembali manata puing-puing khayalan nya yang tadi tersibak oleh sebuah daun nangka dari sebuah pohon besar di samping rumahnya.Bibit buah kecil hijau memanjang bagai sosis menjulur keluar dari beberapa titik yang nantinya akan menjadi buah yang besar.itupun berhasil kalau tidak ada tangan-tangan jahil yang kesengsem tuk membuat Rujak beubeuk.
bersambung.......
Read more »»  

Jumat, 18 Februari 2011

Mustahar,Diary of treason (III)

" jadi gimana Daeng?" tanya Caya dengan nada khawatir
" kaka juga ga tau......!" Mustahar menjawab dalam nada kehampaan.Ia tak tahu apa yang harus dia lakukan,yang pasti saat ini hatinya sudah terlalu sakit,hanya dia dia seorang laki-laki,plus seorang ayah,tak etis nampaknya buat dia,terpuruk bersedih dalam kubang penderitaan.Dalam ruang rindu yang teramat dalam hatinya.Mencoba mengingkari Aib yang telah di tabur oleh istrinya,pergi meinggalkan suami dengan pria yang juga masih berstatus suami orang.Mustahar masih sangat mencintai sitri nya itu,tapi di sisi lain ,hatinya jga sangta sakit,hancur,remuk tak berbentuk.
"ini udah hari ke empat kan dia pergi.....?"" iya.....!" jawab mustahar dengan sedikit menangguk " kamu rahasian ini dari mama dan bapak kan dik'?"
tanya nya kembali
" iya.." gantian gadis berambut panjang itu yang sekarang mengangguk
" tapi.....bagaimanapun nti bapak ibu akan tahu juga akan hal ini daeng"
ucapnya putus asa,dengan iba yang teramat pada nasib kakaknya yang di tinggal pergi oleh istrinya.
TOKKK......TOK........
dentuman yang kurang wajar terdengar di pintu depan rumah kecil itu,hingga membuat cayya terlonjak dari kursi plastik berwarna hijau yang nangkring di ruang tamu.
sekejab Mustahar sudah berdiri depan pintu,mengintip sebentar dari balik kain jendela coklat yang berbahan kasar,
" ooo Ikbal....." sapanya sambil membuka pintu
Matahari masih benderang memaerkan cahayanya siang ini
" ada apa?"
"mama indah menelpon barusan,kataya dia ingin berbicara dengan kamu!" katanya terburu-buru seperti orang yang baru saja ketemu hantu di siang bolong di bawah pohon beringin yang berakar gribo
tanpa menagmbil ancang-ancang langsung saja ia meluncurkan kakinya,melewati jalan berbatu dengan kebar semeter yang hanya muat untuk di lewati olh becak,bahkan bentorpun mungkin sedikit susah untuk melewati jalan ini....Setelah 3 belokan,melewati sudut jalan dengan seeokr anjing yang bertengger di dalam rumah itu,anjing yang snagat sensitif ,yang hanya dengan mendengar sedikit suara akan mengeluarkan auman bagai warewolf yang di gelitik oleh lelehan lilin.
"Assalamualaikum....!" salamnya sesaat setelah memasuki rumah berlantai dua itu
seorang pria tiba-tiba saja memberikan telepon genggam padanya,dan ia pun langsung duduk di sofa di ruang tengah rumah itu
"oia.....jadi mau kamu apa??"
tanyanya dengan nada marah bercampur sedih
" aku bilang aku mau cerai.aku sudah tidak mau lagi dengan kamu...!"
jawabnya ketus dan tanpa rasa sedih
" tapi......!"
"
Tapi apa?"
sambungnya dengan nada jengkel " apa kurang jelas,aku sudah tdak cinta ma kamu!"
duarrrr....................kata-kata itu sekakan-akan mampu menghancurkan rumah itu.
" oia,sebentar aku dan akan menikah dengan peria itu..!"
duarrrrrrr................
kalah telak..
pertahannnya nyaris hancurr
" anak-anak gimana?"
" gampang,...!" kata suara dari seberang
Read more »»  

Kamis, 17 Februari 2011

Mustahar,Diary of treason (II)

Sehari sebelum kepergian istrinya tuk kedua kalinya,

Hening yag berkelana bersama sepoi-sepoi angin berbaur mnjadi satu pagi ini....Ayam pun masih enggan tuk mengumandangkan nyanyian sang mentari.para penghuni bumi nampaknya masih terlelap oleh malaikat mimpi di istana nya masing-masing.
Mustahar masih enggan tuh berdamai dengan sang kantuk.Ada beribu pertnyaan yang menggelantung di rongga-rongga kosong kepalanya.Ia bingungg dengan langkah apa yang harus dia ambil,dia masih sangta mnecintai istri yang telah memberikan dia anak 3,indah,akmal dan tenri.Dia berdiri lalu melangkah menuju kamarnya,dia meberanikan diri bertanya pada makhluk yang masih sangat di cintainya dan mengharapkan keajaiban bahwa hubungan mereka bsa di perbaiki.Mustahar sadar penghianatan ini cukup meruntuhkan harga dari kelaki-lakiannya tapi cintanya begitu besar kepada istrinya sekaligus pada anak-anaknya.DI singkirkannya ego yang membelenggu dia,demi mereka.
Di pandanginya wajah wanita itu,
" masih cantik kamu sayang.....! aku masih begitu sangat mencintaimu...."
bisiknya pada cicak-cicak yang sedang bercinta di dinding tripleks itu.Ia sadar ia tak mungkin mengatakan itu semua di saat ini,karna memang sudah tak ada gunanya,hati istrinya sudah membatu.Bunga -bunga cinta mereka sudah tidak mekar lagi.
ia memandang lirih sekali lagi ,lalu medekati istrinya ,mengambil jarak yang lumayan dekat sehingga ia bisa mneyentuh kulit tubuh istrinya,dan mungkin itu tuk yang terakhir kalinya.
Ia makin mnedekat lalu dengan tiba-tiba mendaratkan sebuah ciuman di kening sang istri...
istrinya menggeliat ,lalu perlahan-lahan mata wanita itu terbuka,dan
" apa...?"
tanyanya sinis
Mustahar mundur,menjga jarak dari istrinya itu,tak percaya dengan reaksi yang di berikan oleh istrinya.Namun dia berusaha tegar dengan situasi yang tidak berpihak padanya kali ini.Berusaha menaggap bahwa tidak ada masalah antara mereka berdua,walaupun hal itu malah mebuat dia semakin terpuruk.
Dengan bersusah payah diapun mencoba bertnaya sebuah pertayaan sedangakan mustahar sendri sudah tau jawaban dari istrinya itu.
" sekarang mau kamu apa??"
istrinya terdiam memadang kosong ke bumi,lalu diapun mulai mengungkapkan perasaan yang selama ini dia rasakan
" intinya ,aku sudah tidak sayang atau cinta lagi sama kamu.!" katanya singkat
Mustahar tidak begitu kaget dengan jawaban itu,apalagi dengan penilakan istrinya tiga bulan ini.
"Ok,jadi maunya gimana?"
Mustahar bertanya dengan pertanyaan yang dia sendiri sudah tai akan bermuara di mana jawaban itu.bermuara pada PERPISAHAN
Read more »»  

Rabu, 16 Februari 2011

Mustahar,Diary of treason (I)

Di pandanginya ketiga anak-anaknya yang masih kecil,yang paling bungsu tenri hanya merangkak di bawah meja,mengejar sebuah gasing yang berkilat-kilat bagai amukan tarian sekoloni kunang-kunang.Ta tampak sedih atau kecewa di wajahnya,ia tetap bermain,di dunianya,yang tanpa kesedihan,permasalahan,ataupun kehawatiran.Rambut ikalnya terayun-ayun kesana kemari mengikuti liukan gasing bercahaya itu.Tenri tetap saja bermain.sedang akmal anaknya yang ke dua asik bermain pancing-pancingan yang ia belikan tadi siang di penjual keliling dengan harga tiga puluh ribu.Semakin teriris hatinya melihat .pemandangan itu.seakan hatinya tak berbentuk lagi mengingat istrinya">" Tega sekali kamu meninggalkan anak-anak......." bisiknya lirih.Langit seakan-akan bakal runtuh sebentar lagi jika mengingat penghianatan yang di lakukan oleh istrinya,istri yang sangat di cintainya.Bahkan ia rela mencuci,masak setiap kali pulang bekerja sebagai Pekerja Kayu /meubeul.Tak menghiraukan lelah dan letih yang memeluk dia .Anaknya yang pertama Indah tak henti menangis ketika tanpa sengaja ia tau kalau ibunya saat ini sudah pergi lagi tuk yang kedua kalinya.meninggalkan rumah,meninggalkan keluarganya,dan meninggalkan semburat luka di hati orang-orang yang sangat mencintainya.Indah hanya berdiri di bawah pohon kersent yang tumbuh subur di hadapan rumahnya.Daun-daunnya berguguran di tiup angin menutupi tanah keras berumput di halaman kecil itu.Indah bersandar letih ,mencoba mengadu pada alam,pada angin yang ternyata hanya menertawai dia.Indah semakain mengeraskan suara tangisannya sambl memanggil-manggil ibunya.indah merasa tak ada satupun di bumi ini yang berpihak padanya." ibu......jahat...!!!"
Indah memamerkan air matanya pada selutruh penghuni bumi,agar semua merasakan perih yang ia rasakan.Ia terpekur terdiam kemudian mengingat saat-saat ibunya sering berhubungan dengan pria beristri itu via telepon,suara ibunya mendayu-dayu di permanis melebihi manisnya madu,di lemah lembutin bagai hembusan angin syurga,jijik perasaan indah saat mendengar itu. indah menbanding-bandingkan tingkah pola ibunya yang sangat berbeda kala menghadapi ayahnya,ibu akan sangat kasar,kurang ajar pada suami yang sudah menafkahi dia,dan menyayangi dia.Indah melangkah lunglai memasuki rumahnya ,rumah kecil yang orang tuanya kontrak selama setaun ini.Indah yakin alasan apa yang mebuat ibunya kabur dengan lelaki itu.salah satunya karena rumah ini.ibunya sangat ingin enjadi orang kaya,ia tidak terima dengan kondisi keuangan suaminya yang hanya bekerja sebagai tukang kayu dengan upah mingguan yang sangat jauh dari cukup untuk menutupi setiap kebutuhan dia dan anak-anaknya.
Mustahar masih memandangi anak-anaknya.....
tetap menikmati perih dari pisau yang mengiris-ngiris inci demi inci ruang di hatinya.Tiba-tiba hadir penyesalan di hatinya.tapi ia menghapus kata itu..."
tak ada penyesalan....." desisnya " ini adalah pilihanku,apapun resikonya di belakang,akan ku hadapi....."
Mustaharpun mengalihkan pandanganya dari kedua anaknya,melangkah menjauh dari mereka,menyusuri setapak demi setapak jelan kecil menuju rumah seoarang yang di halaman rumah itu terdapat papan yang bertuliskan IMAM kampung.
ia terhenti,mencoba meyakinkan dirinya dengan keputusan yang akan dia buat.
" akan ku kelaskan dia,semoga dia bahagaia....",gumamnya dengan melangkah mantap mendekati pintu berwarna hijau itu

bersambung.......

Read more »»  

Rabu, 09 Februari 2011

menanti malaikat maut

Segera aku matikan plasma datar yang ada di hadapanku,cahayanyapun segera berpendar menjadi hitam,gelap.Sore yang sangat meyenangkan dengan hidangan secangkir teh dan aneka –gorengan yang di bawakan oleh salah seorang teman senasibku yang juga sedang menunggu kematian.suasana itu tiba-tiba terenggut raib oleh tayangan infotainment di salah satu tv swasta. Dalam tayanggan tersebut Beberapa artis memberikan komentar mereka tentang keperawanan atau kalau mau lebih gaul yaitu VIRGINITAS,Tommy kurniawan bependapat jika kesucian seorang wanita itu di tentukan oleh hal yang satu itu,KEPERAWANAN.
“Masa sih?”
Lain lagi dengan pendapat seorang artis muda cantik dan seksi,tapi itu dulu sekarang ia sudah bertransformasi menjadi seorang muallaf yang taat pada agama,ia berpendapat
Wanita seksi yang selalu memamerkan dan mengumbar auratnya sudah banyak yang tidak perawan lagi.
Ugh........,fakta yang ada tergalerikan di kanfas kehidupan moderen adalah anggapan bahwa keperawanan bukan lagi hal yang SAKRAL.
Kesucian telah luntur oleh polesan kultur barat yang menjanjikan kenikmatan duniawi,sayangnya hanya sedikit dari kita mau sadar dan menyadari ketimpangan perkembangan moderen sekarang ini,parahnya malah ikut-ikutan dengan budaya barat yang menganak tirikan budaya dasar,budaya nenek moyang bangsa timur.

Perempuan tidak lagi menjadi hal yang pantas di hormati,perempuan hanya di buat sebagai pemanis atau pelengkap,ketika sudah tidak di butuhkan,maka di pandang sebelah mata,di buang,di campakkan,lalu apa? Apalagi yang lebih baik selain MATI.
“ Akh........bull shit.....! fuck for love!”
Segera ku berlari ke kamarku,kembali lagi ke duniaku,dunia kesepian,kukunci rapat-rapat dunia ini.Aku tertunduk!
“ Luka itu kembali basah,terkoyak kembali,sakit...sakit....!!’
Peringatan orang tuaku hanyalah sebatas angin lalu,nasihat teman-teman dan gurupun hanyalah musik pelengkap dalam melodi kenistaan hidup serta kebobrokan moralku.
Di hadapanku hanyalah kebuntuan.Tak ada masa depan,bahkan aku tak mau kalau ada hari esok,aku mau tetap di sini,terpaku dalam sendiriku,atau kalau aku bisa aku mau memutar waktu saat aku menjadi makhluk yang bodoh ,yang tunduk pada cinta monyet yang menyeretku dalam kenikmatan sesaat,yang berbuah penyesalan seumur hidupku.

Siang ,matahari tidaklah terlalu terik memamerkan cahayanya,seorang gadis bersergam putih abu-abu baru saja melompati pagar belakang sekolah yang sebelumnya dengan susah payah memperdaya satpam sekolah yang bernama pak rozi,satpam yang terkenal sangar dan killer serta tak kenal dengan kata sogok.Itulah aku,gadis berumur tujuh belas tahun,yang senang berpakaian seksi,memamerkan tubuhku yang seksi dan mulus.maklum,walaupun keluargaku hanyalah orang sederhana,aku terlahir dengan wajah cukup cantik.
Satu tujuanku membolos hari ini,tak lain dan tak bukan adalah untuk bertemu seseorang yang sudah setahun ini kujadikan kekasih hatiku.Ia cowok peranakan italia,wajahnya sangat unik.Matanya tajam dengan alis tebal bertengger di atas kedua mata indahnya,plus hidung mancung sempurna serta model rahang yang begitu tegas,mirip penembang lagu I am in love,Fabrizio.aksennya sungguh kental dengan dialek italia.
Di kota ini,ia kost di sebuah rent house yang cukup mewah di kompleks “ mutiara hati” yang dekat dengan kampus cowokku itu,hal inilah yang membuat kami begitu bebas melakukan hal-hal yang belum pantas di lakukan oleh dua orang yang belum terikat dalam ikatan pernikahan,yah! Sex in the kost tepatnya.
“Hai.yank....!” aku mendaratkan pipiku di pipinya,american style memang kehidupanku.Hal ini sudah lumrah,aku tidak peduli dengan orang di sekitarku,selama aku suka,I LIKE IT,I’II DO IT.
“Lagi ngapain?”
Aku segera memasuki kamarnya yang sangat nyaman,dan melemparkan tubuh mungilku ke atas tempat tidurnya.Lembut dan begitu halus permukaan tempat tidurnya
“ seperti biasa!” aku bergumam,tempat tidurnya selalu halus dan lembut serta wangi.
Tiba-tiba ia mendekatiku seraya berbisik padaku
“Apa?” aku terpekik kaget “ ga ah...!’ ku tepis tangan yang sudah berani mendarat di bahuku
“ Ayolah” Ia mulai membujukku sambil membuka kancing bajuku,aku merasa aneh dan terbang.....yah terbang.....rayuannya begitu Indah,aku tak bisa melakukan apa-apa lagi,selain berusaha menikmati setiap senti sentuhannya jari-jarinya di tubuhku.Aku merasakan nafasnya mulai memburu,hingga terciptalah hubungan yang di pelopori oleh syetan.
bersambung.......
Read more »»  

Jumat, 04 Februari 2011

diary kotak kaca

“kira-kira apa yang sedang mereka pikirkan,?”
Jari-jarinya hanya meraba lembut pada permukaan kaca dingin kiriman benda cair dalam kotak kaca itu.Kotak kaca itu berhasil menangkap tujuh ekor ikan yang sangat cantik,,,,,,,
Seakan –akan kotak kaca itu istana mereka,tetap ceria berenang memainkan selendang abadi mereka……..anggun dan indahnya mereka,,,,,,
Seakan-akan mereka tidak merasa kalau sedang di penjara….kebebasan mereka terpenjara oleh kotak kaca indah itu…..
Walaupun warnanya sangatlah indah kotak kaca itu tetaplah penjara bagi ikan-ikan itu……
Penjara yg menjanjikan banyak kemudahan,setiap pagi dan sore,akan ada hujan, hujan itu dengan segera akan diserbu oleh ikan-ikan itu,dan dalam sekejab butiran hujan itupun akan segera hilang,raib termakan oleh bibir mungil mereka…….Pohon-pohon plastik dalam kotak kaca itu meliuk-liuk mengikuti permainan air dalam deburan gelembung-gelembung halus dari sebuah kotak kecil berwarna yang juga menumpang di dalam kotak kaca indah itu……menimbulkan pemandangan alami sebuah sudut dib elantara lautan samudera….
“ ia tetap memandang lekat menembus kotak kaca yang ada di hadapannya…..menelanjang segala apapun yang ada di dalamnya….”
Ia bergumam “ besok,genap tiga tahun ibu pergi……!”ia mendesah panjang melepaskan semua kepenatan yang bersarang di dadanya,,,,,,memaksa udara mebawa nya berkelana bersama sang angin
Ia menunduk dan terdiam ,,lama…….!
Ia mundur menjauh dari kotak kaca itu lalu meraba sebuah benda panjang,berdiameter 3 cm.di raihnya lalu di gengganya ujung yang terdapat tali yang berfungsi sebagai gantungan ketika tidak sdang di gunakan untuk memudaknan pengunanya menemukannya kembali.
Di ketukkannya tongkat itu ke lantai berwarna putih ,seakan-akan ujung tongkat itu berfungsi sebagai alat pendekteksi apapun yang ada di sekitarnya dan sekarang menjadi mata keduanya.
Ia terus melangkah menjauh dari kotak kaca dengan hanya mengadalkan tongkat itu sebagai pengganti matanya.ia berjalan perlahan-lahan namun yakin dengan apa yang terbaca oleh ujung tongkat itu.
Saat ujung tongkatnya terantuk pada sebuah benda keras dan besar,iapun lalu mengarahkan tanganya kearah benda itu,sekarang ia mengandalkan ujung-ujung jarinya sebagai matanya…..jari-jari itu menari-nari di permukaan benda itu, setelah yakin bahwa benda itulah yang dia maksud ,ia pun lalu duduk pada benda yg tadi dia raba…..
Mengambil tas yang sedari tadi duduk dengan setia menuggu tuannya di kursi yang sama berwarna coklat.
Di keluarkan sebuah benda berwarna biru kecil yang ujungnya tajam menyerupai ujung paku beton,dan juga sebuah benda pipih namun memiliki beberapa kotak-kotak kecil yang masing-masing kotak itu berukuran 5 cm.di masing-masing kotak itupun terdapat empat lubang kecil.
Dia juga mengambil sebuah karton lalu menyelipaknnya di antara benda pipih itu…lalu satu demi satu titik ia rangkai menjadi sebuah kumpulan titik-titik yang mengandung makna ( Braille).
Itu adalah surat yang di tujukan pada seseorang yang sangat berarti baginya saat ini,

Dear muthmainna….
Assalamulaikum….
Maafkan jika sosok diriku hanya ku hadirkan melalul kata-kata di lembar surat ini,maafkan jika bayang diriku tak dapat memeluk bayangmu,,,,,tapi yakinlah hatiku di sini kan tetap terjaga,terpenjara dalam kelambu cintamu……
Innah…..sejak pertemuan kita yang trakhir di ketahui olek kepala yayasan,aku tak bisa lagi menghubungimu.Bahkan aku dengar saat inipun kmu tidak boleh menerima telepon dari aku,dan kalaupun kmu lakukan kmu akan di keluarkan dari asrama……
Sabarlah……!
Akan ada saatnya qta bersama……..
Innah tolong jaga hatiku yang telah ku titipkan padamu.

Salam
VIRGO

bersambung.....
Read more »»  

Rabu, 02 Februari 2011

Alam kerinduanku

Di ambang pagi,dingin membasuh sendi-sendiku dalam sendiriku,tak jua hilang walau sesaat,rindu ini meronta dari kebisuannya melusup di antara laraku.
Rindu dan asa dalam mimpi tak berkesudahan.Sekarang,q hanya ingin terbaring di ladang hatimu, tergolek manja didalam pelukanmu dan tersenyum serta menangis di sudut bibirmu. Aku hanya ingin mencintaimu selamanya.... hanya itu


Sepenggal puisi yang menurutku berkesan cengeng dan membuat isi perutku berlomba-lomba untuk keluar.

“ ugh.... membosankan ....! “keluhku “ sok romantis deh !!! “

Sambil membuka kembali lembar selanjutnya

sedalam apakah cintaku ini, hingga kulunglai, sebesar apakah rindu ini hingga ku tak berdaya. Kau telah menggusung hatiku tak bersisa . aku takluk pda cintamu kekal dan kekal. Jejak rindu kini tak mau lepas dari hatimu yang tengah kungalungi. Titian hati yang telah kubangun menjadi jalamu. Aku tak mau lagi akan logika, aq hanya ingin mengheningkan cipta, menyatukan rasa, lalu kuraih dirimu dalam diam dan sunyi yang mematikan. Tawa getir yang pernah dari hati yang tidak pernah berdamai, selalu terjadi dan terjadi. Aku kangen...!

“aow... ! “ aku meringis ketika kurasakan luka itu tiba-tiba berdenyut lagi.

“ aduh.... ! sakit ...! “ aq terisak, surat itupun lalu kuletakan begitu saja di atas mejaku. Tak henti aku meringis kesakitan tapi tak ada yang perduli, aku terkurung sendiri dalam kamarku yang berukuran kecil, jauh dari sanak saudara.

“seandainya saja ....! “ anganku menerawang “ seandainya bintang ada di sampingku”

Kuamati kembali lembaran itu, lama....


Tak terasa mataku tak sabar ingin tertutup dan aq pun terbuai mimpi indah...



“ Bruuuk....!bruuk....! terdengar ketukan yang cukup keras di pintu kamarku,dan aku sempat khawatir akan kamarku yang sebentar lagi akan runtuh karena suar ketukan itua

“duh...sapa sih?” aku sedikit agak berteriak,dan dengan susah payah ku dekati pintu ukuran mini itu ,yang siapapun ingin masuk harus sedikit menunduk,maklum sewanya juga murah.Perlahan kubuka dan ku temukan kembali keanehan yang sama

“ oh my God,apaan sih ni…?”

Kuambil bunga beserta kertas yang tergeletak di sampingnya

“iseng nih orang?!”

Terhampar tanda Tanya besar di kepalaku

“ kemarin pot bunga dan surat,hari ini bunga pake surat juga”

Aku bergumam sendiri mencoba menurut kejadian aneh ini.tapi tak jua kutemukan jawabannya,tapi….entah kenapa yang menari –nari di anganku hanyalah si bintang yang tersenyum kearahku.ku alihkan pandangaku ke frame yang nangkring di meja belajarku yang tetap berukuran mini.Tampak di dalam frame itu seorang pria jangkung dengan rambut gondrong,lengkap dengan tas ransel super guede ,di sampingnya tampak pegunungan “ Bawakaraeng” yang berdiri kokoh dan anggun manantang langit.

“ bintang….! Kamu di mana?”

Aku berteriak memanggil namanya guna mengurangi beban rindu yang ada di hati.Kuamati gambarnya dan tak terasa butir-butir airmata menetes membasahi pipiku.Namun,tiba-tiba kuseka air mata itu dan akucoba menenangkan diri

“ tidak….tidak….!” aku tidak boleh nangis”

Kucoba sekuat hati menahan gempa di hatiku lalu kubaca kembali lembar surat itu.


Lagu-lagu cinta tak jua bisa mengobati rasa kangen ini.Hadirlah di setiap hembusan nafasku.Diantara batas alam bawah sadar selalu memanggil.Setiap detik kemudian mdnjadi sangat berat bagiku.


Surat itupun terhenti,aku terpikir oleh si pengirim surat ini,orang pasti mirip-mirip William Shakespeare abis gaya bahasanya mendayu dan mengiris hati,jauh benar sama sikapku yang meledak-ledak dan serba to do point.

“ Kasihan amat sih penyair misterius”

Kulipat surat itu dank u satukan dengan surat yang kemarin lalu ku letakkan dalam buku yang ada di meja belajarku. Bunga berkelopak berbentuk hati itu ( love) itupun telah ku tanam di pot yang ku temukan pada hari pertama dan kuletakkan di jendelaku yang berukuran sama dengan pintu kamarku,.hanya inilah satu kelebihan kamarku selama dua tahun kuliah,karena jendelannya yang sangat besar dan aku bisa duduk di jendela sambil menikmati cahaya matahari pagi yang dapat langsung menembus kamarku.


Pukul 07:30,aku pun bersiap-siap untuk ke kampus,sambil membawa buku di tanganku.Kulangkahkan kakiku menyusuri jalan kecil menuju kampus,tak henti bayang si bintang menari di pelupuk mataku,begitupun penggalan puisi-puisi kerinduan yang sudah dua hari ini ku terima.

Kampus masih lengang,anak-anak lain nampaknya masih tidur,maklum anak kuliahan,hobinya ngaret.Tapi beda dengan pak Darmadji,beliau sudah sibuk dengan sapu lidinya.Dan saat inilah,beliaulah yang sangat mengerti akan kegundahan hatiku di tinggal bintang,karena ia jgalah dulu aku dan si gondrong mahasiswa tekhnik berkenalan

“ Maaf non….! Lukanya sudah sembuh?”

Tersirat kehawatiran di wajahnya yang sudah di bayangi keriput ketuaan di kulitnya yang kecoklatan

“ Alhamdulillah,sudah baikan..!” jawabku dengan senyum

“ oo,syukurlah..!” jawabnya singkat sambil duduk di sampingku di sebuah bangku kayu di pelataran Gedung DH

“ gimana bintang?”

Aku tertunduk lalu menggeleng “ entahlah pak……!”

Aku pun beranjak pergi dan iapun melanjutkan aktivitasnya membersihkan halaman kampus.

Aku mengamati tubuh renta itu dari jauh,ia mengayuhkan sapu lidi yang ada di tangannya,tak Nampak kebosanan di wajahnya membersihkan hal yg sama setiap hari,sampah dan daun kering.


Suara pagi membangunkan ayam jantan berkokok dengan bangganya memamerkan suaranya yang merdu.Matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya di balik jendela kamarku.Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah rekahan bunga yang sangat indah……ia seakan-akan ingin menghiburku dengan rangkaian kelopak pinknya berbentuk hati.

“ wow….gergeous…!”

Aku segera bangkit dari temapt tidurku dan mendekati bunga itu.

“ siapapun yang memberikanmu padaku,orangnya pastilah sangat memahami jiwaku…”

Tak henti ku pandangi bunga itu dan kusadari kalau saat ini aku menunggu gedoran di pintu kamarku yang menandakan akan ada surat berikutnya,

dan akhirnya ,penantianku tak sia-sia

“ tok…tok…tok…..!”

Tumben suaranya tidak sekasar yang kemarin

“ iya….bentar….!” entah kenapa aku begitu senang dengan gedoran itu,tapi betapa kagetnya hatiku sekaligus memupuskan anganku, ternyata sosok lelaki tua berdiri di depan pintu.

“ekh..pak darmadji….!”

Pekikku di tengah-tengah kekagetanku

“ Maaf menganggu non…...!”

“ Akh,,,ga apa-apa kok pa….!”

“ ini…” sosok tua itu menyerahkan selembar kertas

“ Surat….? Dari siapa pak?”

“ Saya juga tidak tahu…”

Iapun lalu berlalu pergi,tak sabar kubuka surat itu,


“ Bacalah surat dan puisiku untuk rinduku,sampai aku merasakan keberadaanmu di sampingku dan biarkan aku mencumbui bayangmu yang jauh di sana,sampai di manakah rindu ini terantuk,sampai bibirku keluh,tak bersuarakah atau meneriakkan kata,
“ aku rindu…!”
Dengan suara lantang di padang tak berpohon,biar semesta mencatat,angina menyampaikan ke seluruh pelosok,hingga suaraku menjadi penggalang sejarah tak terganti,seperti kini aku tak mau lagi ada yang menggantikan dirimu di hatiku. Aku ingin kau selalu menjadi pengantin suci di malam-malamku,menjadi permaisuri singgasana hatiku.akan aku tulis segala tentang apa yang aku rasakan tentangmu,dan tentang rinduku.merangkai kata dan harapan atas namamu. Mengenang segala tentangmu sampai kau dating menuai rinduku dan rindumu dan kemudian meninabobokkan mimpi tentang kepergianmu.melahirkan tawa dan ceria kembali.
Berjarak denganmu menambah Tanya hati yang merintih.Ada rasa enggan untuk jauh darimu

Miss u

__ bintangMu __


“ Apa…..?”

Aku berlari-lari di iringi derai airmata,aku tak tahu mau kemana tapi yang pasti aku ingin bertemu dengannya.


Hari ini,tiga hari sudah sejak di temukannya Bintang dalam keadaan tak sadarkan diri di lereng gunung Bawakaraeng.Dia di temukan setelah beberapa hari hilang kontak dengan teman-temannya

Ku pandangi wajahnya di balik kaca kamar ICU,

“ Badannya kok kurusan? Kenapa dia belum sadar-sadar juga?”

Muncul berbagai pertanyaan dalam benakku

“ jangan-jangan aku tidak akan sempat mengucapkan terima kasih atas kiriman bunga dan puisinya”

Walaupun ia harus merepotkan teman-teman serta pak Darmadji yang dengan setia meletakkan hadiah-hadiah itu di depak kamarku.

“ bintang….!”

Aku bergumam sendiri

“ Ayo….buka matamu Bin…ayo…!”

Dari temannya kuketahui kalau dia terpisah karena mencari sebuah bunga indah yang dengan kelopaknya yang berbentuk hati dapat menyatukan cinta para pecinta ,dan selama di hutan ia tetap menulis puisi untukku dan sebuah pesan yang sangat memilukan

“ tolong,berikan surat ini untuk rinduku beserta bunga ini,tapi tolong rahasiakan darinya tentang keadaanku sekarang,Aku tidak mau dia sedih,itupun jika aku di temukan…”

“ Akh….bintangKu……!,ternyata kamu romantis juga,akan kujaga bunga itu untukmu,dan akan ku persembahkan di hari pertama kamu membuka matamu,aku janij bintang…!”


Zhulfa Langit Al-Makazzari

Read more »»