Tampilkan postingan dengan label cerita persahabatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita persahabatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

AKU, KAMU DAN KERETA API BOUGENVILLE (partIII)

Beberapa bulan kemudian

“  Cepat Cakra …….ambil buahnya..!”
“ Ia …ia…..!”  seru cakra dengan  perlahan-lahan mengambil  setangkai buah menteng dengan sebuah tongkat panjang.Di ujung tongkat itu ada lingkaran yang terbungkus dengan  jarring kecil.
“ ini….!” Seru Cakra ketika menyerahkan buah itu kepada ranti
Ranti segera menyimpan buah itu dalam kantong bajunya
“ kita mkan di rumah kamu aja yah Cakra,heheehe!”  sambut Ranti sambil memamerkan giginya yang ompong .
“ iya,Ran!” katanya sambil tersenyum.
“ yuk cak,kita plang..”
“ yuk..!”


Gadis kecil itu segera berjongkok dan Cakrapun naik keatas punggung  Ranti. Gadis itu lalu memejamkan kedua matanya dan mengambil nafas seakan-akan sedang mengumpulkan kekuatan dalam dirinya.Kekuatan untuk mengangkat beban Cakra di punggungya.

“hop…..!”

Rantipun sudah berdiri dengan cakra berada di punggungnya.Lagi,mereka berjalan di temani jingga senja dengan bayang rembulan di ujung langit.Tapi kali ini hanya sepasang  kaki yang berjalan menjemput malam, Hanya sepasang kaki berdebu yang berjalan di atas kerikil-kerikil kecil rel kereta  Bougenville.selamat datang malam.

Jalur kereta api rute ini tetap  menjadi favorit mereka, aku,dan kamu  serta ular besi raksasa itu, tempat itu, di bawah pohon menteng  akan tetap menjadi tempat aku, kamu dan kereta api itu bertemu. Di atas rel kereta api itu,kamu, aku dan kereta api itu menjadi saksi  akan keteguhan hatiku untuk menjadikan kakiku sebagai kaki Cakra,yang akan menemani dia sampai kapanpun.yang akan mengantarkan tubuh Cakra kemanapun ia mau.

Dan, aku, kamu dan kereta api itu tidak akan  pernah mau kehilangan pemandangan alam yang indah dan hawa yang sejuk ini .di mana Jalur kereta api meliuk-liuk  di antara perbukitan.panorama  indah  dengan deretan pepohonan,hamparan sawah yang berundak dan sungai yang  akan memanjakan mata penumpang kereta.

Dan aku,kamu dan kereta api tetap akan menjadi kenangan hingga anak kita besar kelak.

-Zhulfa Langit

Read more »»  

AKU,KAMU DAN KERETA API BOUGENVILLE (part II)

Kembali,wajah matahari mulai memudar,di bayangi langit senja di  kaki langit di jalur rel kereta Bougenville.

“ Cepat cakra…..!!!” teriak Ranti,saat siulan  kereta itu   sudah  mulai dekat
“ ia tunggu,batang mentengnya tersangkut Ran dir elnya….!” Jawabnya dalam kepanikan




Suara  gemuruh itu semakin keras mengisi rongga telinga,suara  gadis kecil itu  mulai tenggelam dalam deru mesin itu.

“udah biarin aja Cakra,nti kita cari lagi”  Ranti kecil  sekuat tenaga menariknya dari tengah rel
“ia Ran tunggu….!” Cakra bersikeras untuk mendapatkan kembali buah menteng yang melekat kuat pada batang yang tersangkut dir el kereta itu,goncangan itu semakin dekat,menimbulkan hentakan-hentakan kasar pada tanah di sekitarnya.Panas  dari mesin itu akhirnya mulai terasa.badan kecil ranti mulai bergoyang-goyang menari  tak  beraturan.

“ Cakra……….!” Pekik Ranti panik “ udah ,tinggalin buahnya….!”aku berteriak,sampai-sampai kerongkongannya kering  di penuhi debu
“ Ia,tolong……….!” pekik Cakra seraya memandang  ke arah Ranti yang sedang ketakutan,tapi selanjutnya suara Cakra hilang  tertelan bunyi mesin ular besi  itu.
Wuzz………
Ranti  mundur beberapa senti
Untuk kali ini mata besarnya di pejamkan,tak mampu menyaksikan pemandangan yang ada  di hadapannya,tapi  yang pasti  Rantime rasakan kakinya basah  dan lengket,entah oleh apa.
Gemuruh dan guncangan itu mulai berkurang lalu perlahan-lahan hilang bersama raibnya ekor raksasa itu.
Ranti belum berani membuka matanya,telinganya  hanya  berusaha mencari-cari suara Cakra.Ranti  tidak berani membayangkan  hal yang buruk yang menimpa sahabatnya itu.
Lama tak ada suara,hanya gemerisik dedaunan dari pohon-pohon yang tumbuh di sisi jalur kereta itu.Hatinya  berusaha mencari tahu kondisi  cakra dari bisikan angin yang sedang asik bergunjing di sekitarku.

“ Cak….cakra…..!”setengah berbisik Ranti memanggil nama Cakra

Hening,masih sang angin yang mengambil alih situasi ini.
Lalu tiba-tiba,sebuah suara lemah dengan rintihan kesakitan terdengar di antara gunjingan angin itu

“ Ran…..ranti…! “ suara seorang anak laki-laki  bergetar dalam kesakitan

Ranti mencari sumber suara di tengah kegamangan hatinya,tp ia tetap membatu di tempat ,mencoba menahan isakan saat membayangkan apa yang akan ia lihat.

“ Cakra…?” pekik Ranti dalam kesenangan tapi juga ketakutan,dan dengan perlahan-lahan mulai membuka matanya. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya,menghalanginya untuk melihat dengan jelas,dan akhirnya gambaran itu makin jelas.

Pemandangan di hadapannya  tiba-tiba  mendadak  membuat kepala Ranti  terasa berputar,membuat seluruh darah dalam tubuhnya mengalir ke  kedua matanya,Merah dan  Rantipun kehilangan kesadaran.

Bersambung..............


to part I
to part III
Read more »»  

AKU,KAMU DAN KERETA API BOUGENVILLE (part I)

Awas……!” teriak seorang gadis kecil, ketika secara tiba-tiba tanah berguncang  hebat,badan kecilnyapun  ikut menari mengikuti goncangan itu,gemuruh sebuah benda besar beradu dengan besi-besi yang terbaring pasrah di jalan panjang itu memecah  bisikan angin.suaranya begitu nyaring,tanpa pikir panjang segera ia lemparkan  badannya ke belakang, menjauhi benda mirip ular besi raksasa itu.


Sebuah tamparan angin  kencang segera melesat menghantam apa saja yang menghalanginya tak terkecuali  badan kecilnya,roknya yang slutut dari bahan katun terangkat secara paksa.

Wuzz………………,Beberapa detik benda panjang itu merayap kencang di hadapannya.yah,hanya sekitar beberapa senti.orang-orang yang tidak  terbiasa dengan pemandangan ini akan berteriak histeris dan panik hingga buru-buru menutup matanya.atau segera mengabadikan peristiwa itu lalu di posting di media internet dengan tagline “ saksi: lagi seorang anak tewas tergilas kereta”.Tapi ,tentu saja tidak bagi gadis kecil dan temannya itu, cakra.Inilah taman bermain mereka,syurga kecil mereka.

“ ups….!” Pekiknya,tiba-tiba teringat dengan temannya yang terlempar ke a rah sebaliknya.
“ Cakraaaaaaa!” gadis itu berteriak,tapi sia-sia ,mesin ular itu menelan suaranya mentah-mentah.Gadis itu hanya menatap kereta itu hampa.

Panjang dan lama,itulah kereta  jalur Cikampek-Purwakarta-Bandung.  Ular panjang itu di beri nama Kereta  bougenville yang memang terkenal sebagai kereta yang terpanjang di Negara kami.kata nenekku kereta ini peninggalan jaman hindia-belanda dulu oleh perusahaan kereta api staats spoorwegen (SS),Kereta itu terbagi atas beberapa compartment,ada yang untuk kalangan eksekutif,dengan fasilitas yang serba mewah,yang tentu saja harus di bayar dengan harga yang cukup mahal  juga,setidaknya harga yang mahal itu  terbayar dengan fasilitasnya,impas. Lalu ada kelas ekonomi,nah ini khusus  orang-orang dengan kantong yang tebalnya tidak sampai 5 cm,isi uang tapi yah,bukan dengan daftar utang atau kasbon di warung tegal.Kondisi kompartmennya  pun sama dengantampang-tampang wajah penumpangnya,panas dan agak kusam di beberapa sisi.

“ Ranti….!”
“ apa…..??” akhirnya samar-samar terdengar suara memanggil gadis kecil itu, seiring ekor ular besi itu melewati mereka.

Setelah itupun mereka dapat saling melihat,terpisah oleh  jejak kaki besi ular besar itu.Tanpa berkata  merekapun  tertawa terkikik.T ak ada ketakutan ketika maut mendekati mereka,karena bagi mereka ini hanya permainan,permainan yang sangat mengasikkan.

“Mana?” Tanya cakra saat mereka berkumpul lagi di  tengah  rel kereta api itu
“ Apa?” Tanya Ranti dengan mata di besarkan
“ yaaahhh….Ranti,pasti di ilangin buah mentengnya!” wajah cakra berubah jadi asam tapi Nampak manis dan  lucu karna alis tebalnya itu tiba-tiba mengkerut
“Astaga!” tanpa berkata segera  Ranti larikan pandangannya  kea rah rel di bawah kakinya yang berdebu karena teringat sesuatu.lalu terpekik sedih
“ yah Cakra,mentengnya udah di makan ular besi itu!” ratapnya sambil  menatap buah yang sudah tidak berbentuk lagi di sudut barisan besi panas itu
“heheheeh,gak apa-apa Ran,besok kita kesini lagi  yah”  ajaknya dengan senyum
Beberapa saat,
“ ia deh….!”  Ranti kecilpun  mengangguk  dengan bibir di monyongkan beberapa senti.

Merekapun  bergandengan tangan menyusuri rel-rel itu, dua pasang  kaki itu berlari-lari kecil di atas kerikil-kerikil kecil di antara rel itu.Kaki-kaki kecil mereka  melangkah dan beranjak pulang menuju rumah  kediaman merekan  masing-masing, di antar oleh jingga senja yang mulai menyapa bumi dengan bayang-bayang sang  rembulan.

Bersambung............

to part II
to part III
Read more »»